Bupati : Pendidikan Akhlak Sangat Penting

  • Whatsapp
Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si menekankan bahwa pendidikan kepada anak juga perlu diimbangi dengan pendidikan akhlak.

KAJEN –   Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si menekankan bahwa pendidikan kepada anak juga perlu diimbangi dengan pendidikan akhlak. Hal tersebut penting dilakukan agar berkarakter dan menjadi generasi emas penerus bangsa.

Bupati mengungkapkan bahwa seiring cobaan dari  Alloh SWT pandemi covid19 ini seluruh  kegiatan  keagamaan praktis terhenti. Pondok pesantren, sekolah-sekolah, pengajian-pengajian terhenti  semua. Saat ini  pemerintah mengambil sikap seiring perkembangan  yang  ada. Kegiatan keagamaan seperti pengajian sudah mulai dibuka tentunya dengan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Ketika kami menerapkan pada saat itu kabupaten  Pekalongan  dalam zona merah menggunakan parameter atau protokol sesuai dengan ketentuan daerah zona merah. Alhamdulilah  saat ini kabupaten Pekalongan   zona hijau, moga dapat dipertahankan sehingga  kegiatan-kegiatan  dalam rangka prakondisi  normal baru sudah mulai kita laksanakan. Apalagi yang berkaitan dengan pengajian”,  ujar bupati saat membuka pengajian  rutin malam senin kliwon dan senin wage majlis ta’lim dan dakwah “Attauhidiyyah” aqidah ahlusunnah wal jamaah di Pondok pesantren Miftakhul Huda Pesantunan Kedungwuni, minggu (21/06) malam.

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si menekankan bahwa pendidikan kepada anak juga perlu diimbangi dengan pendidikan akhlak.

Dalam kesempatan itu bupati berpesan kepada para guru yang menghadiri pengajian untuk membekali anak didiknya dengan nilai-nilai  yang bersendikan ahlussunah waljamaah.  Seluruh proses pembelajaran yang benar dipandu oleh guru. Menurutnya , dengan mengikuti  pengajian nantinya para guru dalam mengajar anak didiknya bisa menuntun  amalan agar anak-anak  semakin berisi . Oleh karena itu kepada para guru SD /SMP negeri , bupati mengingatkan pentingnya  mengajarkan ilmu agama .

“Tanpa pembelajaran siraman rohani kita kering. Ilmu akidah harus dipelajari sebelum belajar ilmu-ilmu  yang lain. Kita harus pandai menangkap perkembangan zaman.  Sekarang ini harus dibekali dengan kemampuan  ilmu yang paripurna. Utamanya adalah mempelajari  ilmu agama”,  terangnya.

Ke depan pemkab akan menginstruksikan kepada ASN, Camat, kepala desa dan pejabat lainnya untuk dapat mengikuti pengajian yang ada di sekitar rumah tinggal dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dan menambah ilmu tentang agama.

“ Jangan punya persepsi kalau ngaji itu ketinggalan jaman. Itu persepsi  yang keliru  yang dibangun oleh kalangan yang tidak menginginkan pengajian berkembang. Monggo bareng-bareng , terutama guru, ayo ngaji”,  ajak bupati. (Pekalonganberita.com)

Pos terkait