Bupati Buka Turnamen OGOS CUP I 2022

KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membuka secara Turnamen Sepak Bola OGOS CUP I 2022 di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, Senin (01/08). Turnamen yang dijadwalkan hingga 4 September mendatang itu diikuti 32 tim sepak bola desa.

Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada pihak penyelenggara yang dengan kemandiriannya dapat mengadakan kegiatan turmanen semacam itu dengan sangat rapi.

Bacaan Lainnya

“Saya secara pribadi salut dengan anak muda Kabupaten Pekalongan yang luar biasa, yang dengan kemandiriannya mencari dana secara mandiri, untuk bisa menyelenggarakan acara ini, rapi dan bagus,” tutur bupati.

Bupati juga memberi pujian karena kegiatan turnamen yang digelar juga memberikan manfaat untuk warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk dapat berjualan.

Melalui kegiatan semacam itu, Dia berharap dapat menjadi inspirasi positif bagi anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan khususnya yang mencintai sepak bola untuk dapat menunjukkan bakat-bakatnya di depan publik.

Bupati meminta masyarakat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib, “Harus berjalan dengan kondusif dan aman, tidak boleh ada keributan antar supporter tim,” Fadia menegaskan.

Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Mochtarudin Ashraff Abu, yang juga penggemar sepak bola dan turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kegiatan OGOS CUP I. “Mungkin ini kelihatannya sederhana tapi saya berani bilang ini seperti mini stadion gitu, ada pintu keluarnya segala makanya saya bangga sekali,” kata Ashraff.

Dia berharap kegiatan semacam itu dapat dipertahankan dan diperbaiki pelaksanannya agar lebih baik lagi. Dia juga menyampaikan harapannya agar Kabupaten Pekalongan dapat memiliki stadion yang lebih representatif untuk mengangkat lagi sepak bola di Kabupaten Pekalongan.

Ketua Askab PSSI, Candra Saputra menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digelar serta dukungan bagi masa depan sepak bola di Kabupaten Pekalongan. “Ini merupakan kegiatan positif supaya kita bisa memunculkan pemain-pemain sepak bola dari Kabupaten Pekalongan karena pemain di Kabupaten Pekalongan tidak kalah dengan pemain dari luar daerah, regulasi juga sudah kita batasi, pemain asing kita batasi, luar daerah kita batasi,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *