Budidaya Ikan Ember, Jadi Solusi Ketahanan Pangan Dimasa Pandemi

  • Bagikan
Budidaya Tanaman dan Ikan dalam Satu Ember atau (Budik tamber), inilah salah satu solusi pangan masa depan yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terutama kebutuhan protein hewani dan sayur mayur di tengah keterbatasan lahan yang ada.

Kota Pekalongan, pekalonganberita.com – Budidaya Tanaman dan Ikan dalam Satu Ember atau (Budik tamber), inilah salah satu solusi pangan masa depan yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terutama kebutuhan protein hewani dan sayur mayur di tengah keterbatasan lahan yang ada.

Program Budik tamber ini terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Pekalongan yang masuk dalam Program 100 Hari Kerja Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan dibawah kepemimpinan HA Afzan Arslan Djunaid,SE dan H Salahudin,STP. Budik tamber sendiri merupakan pengembangan dari aquaponik dimana ikan dan tanaman tumbuh dalam satu tempat ember.

Melihat peluang usaha yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat sebagai solusi ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah ini, Pemerintah Kota Pekalongan menyerahkan secara simbolis bantuan ikan hias guppy dan bibit tanaman yang dilakukan oleh Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan,Ir Agus Jati Waluyo, dan Kasi Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan,Moh Karmani,SSTP,MM, Camat Pekalongan Timur, Nur Sobah,SSos,MM, dan Lurah Kauman, Mochamad Rifki kepada Ketua Forum Kelurahan Siaga Sehat (FKSS) RW X Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Kamis(3/6/2021).

Usai menyerahkan bantuan, Walikota yang akrab disapa Aaf tersebut mengungkapkan bahwa pemberian bantuan Budik tamber berupa bibit tanaman dan benih ikan hias guppy ini bisa dimaksimalkan dan dikembangkan oleh warga. Mengingat, di tengah pandemi dan keterbatasan lahan di Kota Pekalongan, peluang budidaya tanaman dan ikan hias guppy ini tengah digandrungi dan sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang ada.

“Di era pandemi seperti sekarang ini yang sedang naik adalah usaha budidaya sayuran maupun ikan. Seperti diketahui, di Kota Pekalongan ini minim lahan dan rawan banjir dan rob,mudah-mudahan bantuan program Budik tamber ini bisa dimaksimalkan oleh warga untuk memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk ditanami tanaman cabai, terong,tomat, dan sebagainya. Disamping itu, dengan banyaknya jenis dan warna ikan hias guppy yang sangat cantik ini juga masih menjadi tren di kalangan masyarakat untuk bisa dikembangkan dan bernilai ekonomi tinggi,”terang Aaf.

Aaf menekankan, kegiatan pemberian bantuan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial saja dan hanya pemberian bantuan belaka,namun pihaknya meminta kepada dinas terkait seperti DKP, Dinperpa, Camat dan Lurah untuk menindaklanjutinya dengan pendampingan kepada warga penerima bantuan Budik tamber ini agar hasilnya bisa lebih optimal.

“Kami juga tekankan kepada DKP, Dinperpa, Camat dan lurah untuk selalu dilakukan pendampingan kepada warga. Jadi, jangan hanya bantuan diserahkan sudah selesai,tidak ada pendampingan pasti program ini tidak bisa berjalan maksimal. Mudah-mudahan melalui program ini, warga bisa terus mengembangkan budidaya tanaman dan ikan hias guppy ini dengan lancar,”tegas Aaf.

Sementara itu, Kepala DKP Kota Pekalongan, Ir Agus Jati Waluyo, menjelaskan program bantuan budik tamber ini dalam rangka mensukseskan program yang direncanakan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan sekaligus merespon permohonan dari FKSS (Forum Kelurahan Siaga Sehat) Kauman untuk mengembangkan usaha tanaman dan ikan hias guppy yang tengah tren di kalangan masyarakat. Agus menyebutkan, bantuan budik tamber ini sebanyak 30 blok bibit tanaman dan ikan hias guppy yang diserahkan kepada perwakilan FKSS setempat.

“Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung dan menjaga pelestarian ketersediaan pangan berupa bibit tanaman konsumsi langsung rumah tangga, dengan harapan bisa menjadi sumber alternatif usaha bagi masyarakat untuk meringankan kebutuhan rumah tangga. Jika sudah panen, hasil program ini bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan kebutuhan sehari-hari, tidak harus membeli sayuran di pasar,namun bisa memetik langsung hasilnya di sekitar rumah. Kami berharap bantuan bibit tanaman dan benih ikan hias ini bisa dirawat dengan baik,” ungkap Jati.

Ketua FKSS RW X Kelurahan Kauman, M. Mukhtar mengaku terbantu dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekalongan atas fasilitasi bantuan budik tamber ini untuk membantu warga dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan upaya mencukupi kebutuhan di tengah pandemi.

“Alhamdulillah kami menyambut baik dan berterimakasih sekali dengan respon Pemerintah Kota Pekalongan yang sudah memfasilitasi bantuan budik tamber ini kepada warga Kelurahan Kauman RW X yang diserahkan secara simbolis melalui kami selaku Ketua FKSS Kauman. Ke depan, kami selaku FKSS akan ikut membantu menularkan ilmu budik tamber ini kepada warga kami,”pungkasnya.

  • Bagikan