Antisipasi Kerugian Konsumen, Alat Ukur Pedagang Di Tera Ulang

  • Bagikan

Guna mengantisipasi agar konsumen tidak dirugikan oleh pedagang yang bertindak curang/nakal, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal setempat melaksanakan tera ulang alat ukur (timbangan) di pasar tradisional se-Kota Pekalongan. Selasa (23/3/2021), tera ulang alat ukur dilaksanakan di Pasar Podosugih.

Kepala Sub Bagian UPTD Metrologi Legal, Nurharjanti mengatakan bahwa pelaksanaan tera ulang yang menyasar pasar tradisional sudah mulai dilakukan Senin (22/3) di pasar Kraton, dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Maret hingga awal April 2021.

Terkait jenis timbangan yang ditera, ia menyampaikan, kebanyakan alat ukur yang digunakan pedagang yakni timbangan meja jenis kodok, namun ada juga pedagang yang menggunakan timbangan meja analog tetapi jumlahnya sedikit. Dalam sehari, pihaknya menargetkan sebanyak 20-25 timbangan di tera ulang.

“Untuk dua pasar ini, antusiasnya cukup tinggi secara sadar melakukan tera tiap tahunnya ke petugas. Hanya sebagian kecil pedagang saja yang belum mau melakukan secara mandiri. Yang perlu diketahui masyarakat adalah timbangan yang sudah ditera, akan diberikan label sticker dan cap tahun yakni 21 pada bagian badan timbangan. Kalau sudah ada logo kami, berarti timbangan sudah ditera,” katanya.

Arif salah satu pedagang di pasar Podosugih, mengaku senang dan merespon baik kegiatan tersebut. Selain dapat memperbaiki timbangannya yang rusak, juga menghindari para pedagang berbuat curang.

“Sangat bagus, timbangan saya diservis kembali sehingga bisa stabil ukurannya. Ini juga menghindari tindakan curang dari para pedagang. Nantikan pertanggung jawabanya diakhirat lebih berat. Setiap tahun pasti dan langganan melakukan tera ulang di UPTD Metrologi Legal,” ungkap Arif.

  • Bagikan