Angka Stunting Turun 21,4 Persen

  • Whatsapp
emkab Pekalongan melalui  Dinas Kesehatan mencatat angka stunting di wilayah Kabupaten Pekalongan turun hingga 21,4 persen pada tahun 2019.

KAJEN – Pemkab Pekalongan melalui  Dinas Kesehatan mencatat angka stunting di wilayah Kabupaten Pekalongan turun hingga 21,4 persen pada tahun 2019. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si  dalam acara Rembug Stunting di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan siang tadi (1/7/2020)

Bupati Asip menuturkan Kabupaten  Pekalongan termasuk dalam 160 kabupaten/kota yang prioritas dalam hal penanganan stunting. Pada tahun 2016 angka stunting Kabupaten  Pekalongan di atas 30 persen. Angka tersebut cukup tinggi, sehingga menjadi  perhatian yang ditindaklanjuti dengan menyusun program yang dimasukkan ke  RPJMD. Dan hasilnya pada tahun 2019 angka stunting sudah turun menjadi  21,4 persen  atau tinggal 1.540.

Bacaan Lainnya

”Ini sungguh capaian yang bagus  dari Dinkes, TP PKK, Bappeda  dan semua leading sector yang bergerak di bidang penanggulangan stunting, apalagi pemerintahan  desa,” ungkap bupati.

emkab Pekalongan melalui  Dinas Kesehatan mencatat angka stunting di wilayah Kabupaten Pekalongan turun hingga 21,4 persen pada tahun 2019.

Dijelaskan, diskusi atau rembug stunting pada hari ini dimaksudkan agar nanti dana dari CSR bisa lebih banyak lagi masuk ke Kabupaten Pekalongan. ”Karena  kita tahu bahwa mendidik atau melakukan edukasi terhadap pasangan muda itu tidak mudah, melakukan pembinaan  setelah mereka  punya balita butuh biaya yang besar juga butuh support dari  berbagai pihak. Oleh karena  itu rembug stunting menjadi strategis apalagi di tengah-tengah pandemi covid ini,” paparnya.

Selain itu adanya meningkatnya angka kehamilan yang cukup tinggi sehingga  hal itu harus dicegah supaya tidak terjadi stunting  yang bersumber pada masa pandemi  covid ini. Bupati  juga menambahkan bahwa ke depan pihaknya  sudah merumuskan secara  normatif agar di tengah situasi pandemi  ini penyuluhan-penyuluhan terhadap ibu hamil tetap berjalan, meskipun dengan menggunakan protokol kesehatan.

“Kemudian kita tekankan lagi, mumpung ini lagi situasi pandemi, para ibu hamil juga harus hati-hati, mereka harus rajin mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi sehingga disamping untuk imunitas dirinya, juga untuk menjaga kesehatan bayinya. Sosialisai ini akan terus dilakukan”, pungkasnya. (Pekalonganberita,com)

Pos terkait