Anak-Anak Di Tengengwetan, Isi Ngabuburit Dengan Permainan Tradisional

  • Bagikan

Akhir-akhir ini sebuah aksi berbahaya banyak dilakukan oleh anak-anak dan tak khayal dapat mendatangkan malapetaka.

Seperti dalam Pikiran-Rakyat.com , “Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 6 April 2021 dini hari di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, tepatnya di Jalan Raya Simpang Sentul, Kasatlantas Polres Bogor, Iptu Dicky Pranata menjelaskan bahwa kejadian ini berawal dari anak-anak yang berusaha mengikuti tren viral. Sang bocah tewas terlindas karena berusaha menghentikan truk yang sedang melaju kencang secara sembarangan. ”

Tidak semua, anak-anak dari Dukuh Gandu Kidul Desa Tengengwetan merupakan salah satu contoh yang tidak mengikuti tren berbahaya itu.

Mereka tetap memilih bermain bola kasti dengan peralatan seadanya. Pada bulan puasa, permainan ini yang menjadi agenda ngabuburit anak-anak. Ngabuburit, layaknya agenda wajib selama ramadan.

Mayoritas masyarakat mengartikan bahwa ngabuburit adalah mencari dan membeli jajan atau takjil untuk berbuka. Namun, berbeda dengan anak-anak ini yang tetap bisa ngabuburit tanpa keluar uang.
Mereka bermain dengan bermodalkan bola tenis dan gagang pacul bekas.

Meskipun demikian, mereka tampak antusias untuk memperebutkan skor tertinggi. Mereka bermain di halaman RA. Muslimat NU Tengengwetan dan biasanya dilakukan mulai pukul 16.00 sampai terdengar adzan maghrib.

Permainan kasti ini bisa menambah kekompakan serta mempererat solidaritas antar sesamanya. Mereka juga menjadi tahu bagaimana caranya bekerja dalam sebuah kelompok atau regu. Saat ditanya mengapa mereka suka bermain kasti, jawabannya adalah karena permainan itu seru.

Salah satu anak bernama Aqib menjawab, “Asik mbak main kasti, bisa rame, dan heboh. Bisa teriak-teriak, lompat-lompat, ahh pokoknya asik lah. Kita jadi lupa waktu, eh tiba-tiba udah maghrib” (16/4).
Bagaimana dengan ngabuburit versi kalian gais ?

 

  • Bagikan