2020, Banyak Program Penanggulangan Rob dan Banjir Terpangkas

  • Bagikan

KAJEN- Pandemi covid-19 tidak hanya berimbas pada menurunya derajat kesehatan warga, namun juga membuat penanganan penanggulangan rob dan banjir di Kota maupun Kabupaten Pekalongan terpangkas pada tahun 2020 atau mengalami refocusing. Demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jateng M Saleh .
Ia mengatakan, refocusing infrastruktur di Jawa Tengah pada tahun 2020 banyak tersedot untuk bansos, kesehatan penanganan covid dan stimulus UMKM. “Infrastruktur banyak terpangkas ada proyek pembangunan jalan-jalan propinsi hingga di Pekalongan ini program penanggulangan rob dan banjir memang terpangkas karena fokus Covid19,” katanya.

Dikatakannya, pembangunan infrastruktur sangat penting tidak hanya darat saja tapi juga air seperti irigasi dan penanggulangan banjir. Untuk itu diharapkan infrastruktur pada tahun 2021 bisa digenjot kembali dari beberapa program yang telah terpending pada tahun 2020 agar bisa terlaksana.

“Apalagi banjir ini tidak hanya di Pekalongan tapi di Pantura juga beberapa waktu lalu cukup menjadi perhatian seperti di Rembang, Pati, Demak dan Tegal mengalami banjir luar biasa. Di daerah selatan ada longsor, ada tanah bergerak yang membuat jalan terputus seperti Pemalang dan Guci. Maka tahun 2021 kita minta agar tidak direfocusing lagi seperti pengadaan pompa-pompa penanganan banjir di Pekalongan untuk tidak dipotong atau normalisasi sungai agar tidak dipotong,” paparnya saat berkunjung di RKS baru-baru ini.

Menurutnya, jalan-jalan berlubang akibat hujan ini juga menjadi konsen DPRD Jateng untuk mendorong infrastruktur apalagi arus barang perlu didorong dari produsen ke konsumen.

“Apalagi kini ada Tol Trans Jawa ini juga luar biasa sehingga membuat Jateng sebagai magnet baru untuk investasi. Magnet tersebut, membuat pengiriman barang kemana saja bisa mudah baik ke pelabuhan maupun ke lainnya, karena bisa menyambungkan ke Jawa Barat dan Jawa Timur. Di satu sisi upah minimum regional (UMR) masih bisa bersaing di angka Rp 2,1 juta. Dari pada mengeluarkan biaya lebih mending investasi di Jawa Tengah yang UMRnya masih bisa bersaing,” ajaknya. (pekalonganberita.com)

  • Bagikan