2.502 Paket Sembako Disalurkan di Paninggaran

  • Whatsapp

KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menyerahkan bantuan bahan pangan bagi masyarakat terdampak covid 19 se-Kabupaten Pekalongan yang bersumber dari Dana APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2020 di Kecamatan Paninggaran.

Ada sebanyak 2.502 paket sembako untuk wilayah Kecamatan Paninggaran diserahkan oleh Bupati Asip Kholbihi.
Bantuan paket sembako ini disalurkan sebagai wujud pelaksanakan program jaring pengaman sosial untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

‘’Kita bagi kali ini di Kecamatan Paninggaran, sebanyak 2.502 paket sembako yang berisi beras, kacang hijau, kemudian gula dan sarden untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.

Dalam kesempatanya kali ini bupati menegaskan bahwa bantuan sembako dari Pemkab Pekalongan ini wajib dibagikan secara langsung oleh para kepala desa, supaya bisa mengetahui secara langsung kondisi warganya.

‘’Tadi saya memerintahkan kepala desa untuk antar sendiri ke warga sekaligus untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi di rumah warganya, barangkali ada yang sakit, ada sesuatu yang perlu dibantu lebih.’’ Kata Bupati Asip.

Bupati Asip Kholbihi berharap dengan para kepala desa sendiri yang mengantarkan bantuan ke rumah warganya itu bisa sekaligus mengupdate data untuk form SPJ karena ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.

‘’Disamping itu untuk update form SPJ yang harus dibuat oleh kepala desa, karena setidaknya ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.’’

Dengan hasil update data tersebut, Bupati Asip mengatakan bahwa itu akan menjadi modal dalam melakukan evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sehingga tidak ada warga yang tidak menerima bantuan.

‘’Datanya ini harus update, maka sangat penting instruksi pada para kepala desa sambil menyerahkan bantuan dari Pemkab Pekalongan dengan menyampaikan yang pertama adalah mendoakan supaya musibah ini cepat berlalu, yang kedua adalah untuk mengetahui secara pasti kondisi real desa masing-masing.’’

‘’Kalau dengan skema tujuh itu saya yakin semua sudah berlapis, tetapi kalau pendataan tidak akurat, maka sebagian masyarakat kita akan menjadi korban. Jangan sampai ini terjadi, seperti di daerah-daerah lain yang sebagian masyarakatnya tidak mendapatkan.’’ Kata Bupati Asip. (Pekalonganberita, com)

Pos terkait